TUGAS 4
SISTEM BERKAS
ORGANISASI BERKAS PADA
INDEXED SEQUENTIAL
Disusun oleh:
Nama : Dista Putra Wijayanto
NIM : 131051067
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2016
Kata Pengantar
Puji syukur saya haturkan atas kehadirat Allah SWT, atas limpahan
rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan laporan makalah Tugas 04
Sistem Berkas. Laporan ini diususn guna memenuhi tugas mata kuliah sistem
berkas.
Dalam penyusunan laporan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang
penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyelsaian
laporan tugas ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan dari dosen
pengampu kata kuliah system berkas, sehingga kendala-kendala yang penulis
hadapi dapat teratasi.
Semoga laporan tugas ini dapat sesuai yang diharapkan. Saya sadar
dalam laporan tugas ini masih banyak kekuragan dan jauh dari sempurna. Untuk
itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.
Yogyakarta, 17 April 2016
Dista Putra Wijayanto
BAB I
Berkas dipetakan ke media fisik oleh sistem operasi. Media
penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sehingga kandungan di
dalamnya tidak akan hilang jika terjadi gagal listrik mau pun system reboot.
Sistem berkas merupakan system penyimpanan secara terorganisir. Pengertian
organisasi berkas adalah teknik atau cara untuk menyatakan dan menyimpan record-record dapat berupa berkas atau
file.
Record adalah merupakan kumpulan dari data yang terstruktur. Dalam
record setiap elemen bisa mempunyai data yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya.
Pada pembahasan makalah ini meliputi pengertian Organisasi
Berkas Indexed Sequential, tahapan-tahapan dalam penyusunan Indexed Sequential,
kelebihan dan kekurangan Indexed Sequential dan implementasi Indexed
Sequential.
Adapun rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
1.
Apa pengertian dari Indexed
Sequential?
2.
Apa saja tahapan-tahapan dalam
penyusunan Organisasi Berkas Indexed Sequential?
3.
Kelebihan dan kekurangan
Indexed Sequential
4.
Bagaiamana implementasi Indexed
Sequential?
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui
pengertian dari Indexed Sequential, tahapan-tahapan dalam penyusunan Organisasi
Berkas Indexed Sequential, kelebihan dan kekurangan Indexed Sequential, serta
bagaimana implementasi Indexed Sequential.
Agar memperoleh serta menambah pengetahuan tentang organisasi berkas
Indexed Sequential.
BAB II
Sequential file merupakan suatu cara ataupun suatu
metode penyimpanan dan pembacaan data secara urut. Data yang diinputkan pertama
akan disimpan sesuai dengan urutan masuknya. Data pertama dengan nilai
berapapun akan disimpan pada record pertama, begitu juga dengan data berikutnya
akan disimpan pada record berikutnya. Dalam menlakukan pembacaan data, juga
akan dilakukan secara berurutan, artinya pembacaan record akan dibaca dari data
pertama atau paling awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga key yang dimasukkan dapat ditemukan.
Salah satu cara yang paling efektif untuk
mengorganisasikan kumpulan record-record yang membutuhkan akses record secara
sekuensial maupun akses record secara individu berdasarkan nilai kunci adalah
organisasi berkas indeks sekuensial. Jadi berkas indeks sekuensial merupakan
organisiasi dari berkas sekuensial dan berkas relatif.
1.
Pengumpulan Data
Proses dimana data
yang ada dikumpulkan secara berurut berdasarkan klasifikasi yang membedakannya.
Pada tahap pengumpulan data ini, semua data akan diurutkan secara bertahap dan
terorganisir dengan baik.
2.
Input Data
Pada tahap ini,
data-data yang telah dibedakan dan dikumpulkan tersebut akan secara permanent
dimasukkan kedalam suatu device penyimpanan. Device (media) penyimpanan ini dapat berupa memori atau device
penyimpanan lainnya.
3.
Pengolahan Data
Tahap selanjutnya
yang harus dilakukan dalam proses secara sequential adalah pengeditan data.
Setelah data yang ada dikumpulkan dan proses input data juga telah dilakukan
maka proses selanjutnya adalah editing. Dalam tahap ini data yang telah di
input akan diubah (edit).
4.
Penyortiran Data
Tahap terakhir
dalam tahap sequential ini adalah penyortiran. Setelah user melakukan
pengeditan pada data-data yang ada, maka selanjutnya data yang telah di edit
tersebut kan di sortir.
2.3 Kelebihan dan Kekurangan
Indexed Sequential
·
Sangat cocok untuk digunakan
menyimpan batch data ataupun individual data. Dibanding sequential file,
pemanggilan data menjadi lebih cepat.
·
Access (pemanggilan) data tidak
bisa disamakan dengan random (direct access file). Memerlukan adanya ruangan
extra didalam memory untuk menyimpan index data. Memerlukan adanya hardware dan
software yang lebih kompleks.
·
Merupakan organisasi file yang
sederhana. Jarak setiap aplikasi yang tersimpan sangat jelas. Metode
penyimpanan didalam memory sangat sederhana, sehingga efisien untuk menyimpan
record yang besar. Sangat murah untuk digunakan, sebab medianya cukup
menggunakan magnetic tape.
·
Seandainya diperlukan perubahan
data, maka seluruh record yang tersimpan didalam master file, harus semuanya
diproses. Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted). Posisi data yang
tersimpan sangat susah untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah
saat proses selesai dilakukan. Tidak bisa dilkukan pembacaan secara langsung.
·
Memerlukan adanya back-ap data.
Sebab transaksi yang diperbaiki setiap saat bisa menghilangkan jejak data asal.
Data yang tersimpan mempunyai potensi lebih cepat rusak. Kapasitas media
penyimpanan memory menjadi besar. Memerlukan hardware dan software yang lebih
kompleks apabila dibanding sequential file.
·
Access (pemanggilan) data tidak
bisa disamakan dengan random (direct access file). Memerlukan adanya ruangan
extra didalam memory untuk menyimpan index data. Memerlukan adanya hardware dan
software yang lebih kompleks. (http://inunknung-nurfitriana.blogspot.co.id/2009/11/organisasi-berkas-index-sequential.html,
diakses 12 April 2016)
Ada 2 pendekatan
dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential
, yaitu:
1. Blok Indeks dan Data (Dinamik)
2. Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua
pendekatan tersebut mengunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data,
dimana masing-masing menempati berkas yang terpisah.
Alasannya :
Karena Kedua pendekatan tersebut menggunakan bagian indeks
dan bagian data, dimana masing-masing menempati file yang terpisah. Karena
diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda. Masing-masing file
tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Keterangan:
1. Blok
Indeks dan Data (Dinamik)
Pada pendekatan ini berkas indeks
dan berkas data diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks mempunyai struktur
tree, sedangkan berkas data mempunyai struktur sekuensial dengan ruang bebas
yang didistribusikan antar populasi record.
Untuk cara
pertama, kita menyusun data dengan lebih memperhatikan ke data yang bersifat
logik, bukan fisik. Jadi, data dan index diorganisasikan ke dalam blok-blok.
Blok-blok index diorganisasi secara sequential (consecutive) dan
bertingkat-tingkat (misal setiap blok hanya berisi 4 record index yang berisi
key field dan pointer).
Setiap
tingkat akan menuju ke blok data (misal setiap blok hanya berisi 4
record data) di tingkat selanjutnya dan seterusnya menuju ke blok data yg
akan mendapatkan record yg dicari secara direct.
Bila dilakukan
penyisipan data dan blok tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh (tidak ada
tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi blok dengan
membentuk blok baru. Tentu, mungkin saja perubahan ini akan berdampak pada isi
blok index-nya.
Bila
dilakukan penyisipan data dan track tertentu (tempat data baru itu) sudah penuh
(tidak ada tempat kosong/ padding lagi), maka akan dilakukan reorganisasi track
dengan membentuk track baru.Tentu, track baru itu di luar prime data file-nya,
yaitu di overflow data area-nya.
Contoh :
Pada gambar tersebut ada N blok
data dan 3 tingkat dari indeks. Setiap entry pada indeks mempunyai bentuk
(nilai key terendah, pointer), dimana pointer menunjuk pada blok yang lain,
dengan nilai key-nya sebagai nilai key terendah. Setiap tingkat dari blok
indeks menunjuk seluruh blok, kecuali blok indeks pada tingkat terendah yang
menunjuk ke blok data.
Jika sebuah permintaan untuk
mengakses record tertentu, misal kita ingin mengakses dengan nilai key BAT,
indeks dengan tingkat tertinggi (dalam hal ini blok indeks 3-1) yang pertama
yang akan dicari pada contoh ini, pointer dari AARDVARK menunjuk blok indeks
2-1. Pointer yang ditunjuk pada kotak tersebut adalah pointer yang berisikan
AARDVARK, yang akan menunjuk ke blok indeks 1-1. Pointer berikutnya yang akan
ditunjuk adalah pointer yang berisi BABOON, yang selanjutnya akan menunjuk blok
data 2. Blok data ini akan mencari untuk record dengan key tujuan, yaitu BAT,
dimana pada blok ini record tersebut ditemukan.
2. Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Pendekatan lain untuk
mengimplementasikan berkas indeks sequential adalah berdasarkan struktur indeks
dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik hardware (fisik)
dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key.
Indeksnya ada beberapa tingkat,
misalnya tingkat cylinder index dan tingkat track index. Berkas datanya secara
umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan overflow area.
Contohnya :
Setiap cylinder dari alat penyimpanan mempunyai 4 track. Pada berkas
binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada prime data area. Track pertama
(nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah indeks pada record key dalam cylinder
tersebut.
Dalam sebuah track data, tracknya disimpan secara urut berdasarkan nilai
key. Tingkat pertama dari indeks dalam berkas indeks dinamakan master indeks. Tingkat kedua dari
indeks dinamakan cylinder indeks.
Entry pada master indeks: nilai key tertinggi, pointer. Entry
pada cylinder indeks: nilai key tertinggi, nomor cylinder.
Contoh
Pengaksesan:
Misal :
mengakses dengan nilai key BAT
Pertama : Cari pada master indeks,
Kedua : Karena BAT
ada di depan LYNX, maka pointer dari LYNX akan menunjuk ke cylinder
index,
Ketiga : Karena
BAT ada di depan ELEPHANT, maka pointer dari ELEPHANT akan menunjuk ke track 0
dari cylinder 1,
Keempat : Karena
BAT ada di belakang BABOON dan di depan COW, maka pointer dari BABOON akan
menunjuk ke track 2,
Kelima : Cari
secara sequential sampai BAT ditemukan.
(http://raodhotulm.blogspot.co.id/2014/05/organisasi-berkas-indeks-sequential.
html, diakses 12 April 2016).
BAB III
Pembacaan record akan dibaca dari data pertama atau
paling awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga key yang dimasukkan dapat ditemukan.
Kajian dalam makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kajian
lebih lanjut sangat diperlukan.
http://raodhotulm.blogspot.co.id/2014/05/organisasi-berkas-indeks-sequential.
Html diakses 17 April 2016.