TUGAS
2
SISTEM BERKAS
ORGANISASI
BERKAS PADA MAGNETIC TAPE
DISUSUN OLEH :
Nama :Dista
Putra Wijayanto
NIM :131051067
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT
SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2016
Kata Pengantar
Puji syukur saya haturkan
atas kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahnya penulis dapat
menyelesaikan laporan makalah Tugas 02 Sistem Berkas. Laporan ini diususn guna
memenuhi tugas mata kuliah sistem berkas.
Dalam penyusunan laporan
tugas ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari
bahwa kelancaran dalam penyelsaian laporan tugas ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan, dan bimbingan dari dosen pengampu kata kuliah system berkas, sehingga
kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.
Semoga laporan tugas ini
dapat sesuai yang diharapkan. Saya sadar dalam laporan tugas ini masih banyak
kekuragan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun
sangat diharapkan.
Yogyakarta,
17 April 2016
Dista Putra Wijayanto
Daftar Isi
2.5 Prinsip Kerja Magnetik Disk....................................................14
2.6 Cara
Kerja Magnetic Disk........................................................15
1.
Representasi Data dan Pengalamatan...................................15
a. Metode Silinder................................................................15
b. Metode Sektor..................................................................16
2.
Movable-Head Disk Access.................................................17
c. Cara Pengaksesan Record yang Disimpan
pada Disk
Pack..................................................................................18
d. Fixed-Head Disk Access..................................................18
e. Organisasi Berkas dan Metode Akses pada
Magnetic .....19
3.
Prinsip Kerja Hardisk...........................................................19
4.
Prinsip Kerja Disket (Floppy Disk Drive)............................22
2.7 Contoh
Rumus Perhitungan......................................................27
1.
Tanpa Blocking.....................................................................27
2.
Blocking................................................................................28
BAB I
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada
era modern sekarang ini, perkembangan teknologi begitu pesat dan menjarah
hampir kesegala aspek kehidupan, seperti administrasi, militer, perbankan,
pendidikan, dan transportasi. Sehingga dari penggunaan manual sampai
terkomputerisasi. Untuk itu diperlukan suatu media penyimpanan data pada
aspek-aspek tersebut.
Media
penyimpanan data merupakan alat yang digunakan untuk menyimpan data atau
informasi dari program dimana data atau informasi tersebut dapat diakses
kembali. Media penyimpanan data dapat dibedakan menjadi dua yaitu memori primer
dan memori sekunder. Memori primer seperti RAM (Random-Access Memory) dan ROM (Read-only
Memory). Memori sekunder seperti magnetic disk, hard disk, dan flash disk.
Setiap jenis media penyimpanan pada computer memiliki karakteristik dan prinsip
kerja yang berbeda. Untuk itu, pada makalah ini akan dibahas tentang media
penyimpanan data pada mangnetic disk.
1.2 Batasan Masalah
Pada pembahasan
makalah ini meliputi pengertian Magnetic Disk, karakteristik dan komponen
Magnetic Disk, prinsip kerja pada Magnetic Disk serta kelebihan dan kekurangan
pada Magnetic Disk.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun
rumusan masalah pada makalah ini yaitu:
1. Apa
itu Magnetic Disk?
2. Apa
saja karakteristik dan komponen pada Magnetic Disk?
3. Bagaiman
prinsip kerja Magnetic Disk?
4. Apa
saja kelebihan dan kekurangan Magnetic Disk?
1.4 Tujuan
Penulisan makalah ini
bertujuan untuk mengetahui pengertian Magnetic Disk, karakteristik dan komponen
Magnetic Disk, prinsip kerja pada Magnetic Disk, serta kelebihan dan kekurangan
pada Magnetik Disk.
1.5 Manfaat
Agar
memperoleh serta menambah pengetahuan tentang organisasi berkas pada Magnetic
Disk.
BAB II
2.1
Pengertian
Definisi Magnetic Disk
Magnetic Disk adalah piringan bundar yang
terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan dilapisi
bahan yang dapat di magnetasi. Mekanisme baca / tulis yang digunakan
disebut head yaitu kumparan pengkonduksi (conducting coil) selama
operasi pembacaan dan penulisan, head bersifat stationer sedangkan piringan
bergerak-gerak di bawahnya biasanya yang menggantung diatas permukaan dan
tertahan pada sebuah bantalan udara, kecuali pada flopy disk dimana head disk
menyentuh ke permukaan.
Ø Lapisan
Dasar Magnetic Disk
§ Alumunium
§ Alumunium
Alloy
§ Kaca
Ø Manfaat
magnetic disk berbahan kaca
§ Meningkatkan
reliabilitas disk
§ Mengurangi
R/W error
§ Kemampuan
untuk mendukung kerapatan tinggi
§ Kekakuan
yang lebih baik untuk mengurangi dinamisasi disk
§ Kemampuan
menahan goncangan dan kerusakan
Beberapa memory yang tergolong pada magnetic disk ini sendiri adalah
Flopy Disk, IDE Disk, dan SCSI Disk.
Magnetik disk sendiri terbuah dari piringan bundar
yang terbuat dari logam atau plastik dimana permukaan dari bahan tersebut
mempunyai sifat magnetic sehingga nanti bisa menghasilkan semacam medan magnet
yang sangat diperlukan untuk proses baca tulis dari memory tersebut karena saat
proses baca/ tulis menggunakan kepala baca yang disebut dengan head.
v Head Magnetic Disk
Head disk ini
sendiri merupakan sebuah koil induksi yang menggantung diatas permukaan dan
tertahan pada sebuah bantalan udara, kecuali pada flopy disk dimana head disk
menyentuh ke permukaan.
v Gerakan Head
Pada head tetap setiap
track memiliki kepala head sendiri, sedangkan pada head bergerak, satu kepala
head digunakan untuk beberapa track dalam satu muka disk.
Pada head bergerak adalah lengan head bergerak menuju track yang diinginkan berdasarkan perintah dari disk drive-nya.
Pada head bergerak adalah lengan head bergerak menuju track yang diinginkan berdasarkan perintah dari disk drive-nya.
Sistem kerja
dari head ini adalah ketika arus + ataupun arus – melewati head, maka akan
menimbulkan sebuah medan magnet yang nantinya akan menarik dari head tersebut. Head
akan bergerak ke kiri atau kekanan tergantung dari polaritas arus drive
tersebut.Untuk membacanya, ketika head tersebut melewati sebuah daerah magnet
maka sebuah arus + dan – dimunculkan dari head dan ini memungkinkan untuk
membaca bit-bit yang telah disimpan sebelumnya.
Urutan
melingkar bit bit ditulis ketika disk melakukan suatu putaran penuh yang
disebut dengan track. Setiap track dibagi dalam sector-sektor yang memilik
panjang tetap dan berisi 512 byte data. Namun didahului dengan proses
sinkronisasi head sebelum menulis dan membaca. Semakin banyak data yang ditulis
atau dibaca maka putarannya juga akan semakin rapat. Namun dengan kondisi
seperti itu maka peluang error bacanya juga semakin tinggi.
Data dikirim ke memori
ini dalam bentuk blok, umumnya blok lebih kecil kapasitasnya daripada track.
Blok – blok data disimpan dalam disk yang berukuran blok, yang disebut
sector.Track biasanya terisi beberapa sector, umumnya 10 hingga 100 sector tiap
tracknya.
v Mekanisme Head
§ Head
yang menyentuh disk (contact) seperti pada floppy disk, head yang mempunyai
celah utara tetap maupun yang tidak tetap tergantung medan magnetnya. Celah
atau jarak head dengan disk tergantung kepadatan datanya, semakin padat datanya
dibutuhkan jarak head yang semakin dekat, namun semakin dekat head maka faktor
resikonya semakin besar, yaitu terjadinya kesalahan baca.
§ Teknologi
Winchester dari IBM mengantisipasi masalah celah head diatas dengan model head
aerodinamik. Head berbentuk lembaran timah yang berada dipermukaan disk apabila
tidak bergerak, seiring perputaran disk maka disk akan mengangkat headnya.
Istilah Winchester dikenalkan IBM pada model disk 3340-nya. Model ini merupakan
removable disk pack dengan head yang dibungkus di dalam pack. Sekarang istilah
Winchester digunakan oleh sembarang disk drive yang dibungkus pack dan memakai
rancangan head aerodinamis.
§ Istilah
Winchester dikenalkan IBM pada model disk 3340-nya. Model ini merupakan
removable disk pack dengan head yang dibungkus di dalam pack. Sekarang istilah
Winchester digunakan oleh sembarang disk drive yang dibungkus pack dan memakai
rancangan head aerodinamis
v Track
Banyaknya track
pada piringan menunjukkan karakteristik penyimpanan pada lapisan permukaan,
kapasitas disk drive dan mekanisme akses. Disk mempunyai 200-800 track per
permukaan (banyaknya track pada piringan adalah tetap). Pada disk pack yang
terdiri dari 11 piringan mempunyai 20 permukaan untuk menyimpan data. Kedua
sisi dari setiap piringan digunakan untuk menyimpan data, kecuali pada
permukaan yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk menyimpan
data, karena pada bagian tersebut lebih mudah terkena kotoran/debu daripada
permukaan yang didalam juga arm pada permukaan luar hanya dapat mengakses
separuh data.
Dalam magnetic disk terdapat dua metode layout data
pada disk yaitu Constant Angular Velocity dan Multiple Soned
Recording. Disk diorganisasi (permukaan dari piringan dibagi) dalam bentuk
cincin – cincin konsentris yang disebut track atau garis yang memisahkan
atar track seperti gambar dibawah. tiap track dipisahkan oleh gap,
fungsi gap adalah untuk mencegah atau mengurangi kesalahan pembacaan atau
penulisan yang disebabkan melesetnya head atau karena interferensi medan
magnet.
Blok-blok
data disimpan dalam disk berukuran blok yang disebut dengan sector. Track biasanya terisi beberapa sector, umumnya 10
hingga 100 sector tiap tracknya, untuk lebih jelas lagi lihat gambar berikut
ini :
Contoh dari
Magnetic Disk :
- Harddisk
- Floppydisk
2.2
Metode Pengalamatan Dalam Magnetic Disk
Metode pengalamatan dalam magnetic disk ada
dua yaitu metode silinder dan metode sektor, penjelasannya sebagai berikut :
1.
Metode Silinder
Metode
silinder merupakan Pengalamatan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan
nomor record. Semua track dari disk pack membentuk suatu silinder. Jadi bila
suatu disk pack dengan 200 track per permukaan, maka mempunyai 200 silinder.
Bagian nomor permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan. Jika ada
11 piringan maka nomor permukaannya dari 0 – 19 atau dari 1 – 20. Pengalamatan
dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track yang
ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan.
2.
Metode Sektor
Metode
sektor, Setiap track dari pack dibagi kedalam sektor-sektor. Setiap sektor
adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya
berdasarkan nomor sektor, nomor track, nomor permukaan. Nomor sektor yang
diberikan oleh disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan
pengalamatan record terletak pada track yang mana.
Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder) pada file.
Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder) pada file.
2.3
Karakteristik Magnetic Disk
2.4 Komponen Pada Magnetic Disk
Hard disk terdiri atas beberapa komponen
penting. Komponen
utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai penyimpan
data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua
sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola
magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle. untuk
lebih jelasnya lagi penjelasan dari komponen-komponen magnetic disk simak
dibawah ini.
1)
Spindle
Hard disk terdiri dari spindle yang
menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data.
Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high
quality bearing.
Dahulu hard disk menggunakan ball bearing
namun kini hard disk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka
gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang
menentukan putaran hard disk. Semakin cepat putaran rpm hard disk maka semakin
cepat transfer datanya.
2)
Cakram
Magnetik (Magnetic Disk)
Pada cakram magnetik inilah dilakukan
penyimpanan data pada hard disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan
bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa cakram magnetik.
Hard disk yang pertama kali dibuat,
terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar
dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard disk sudah mencapai
10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
3)
Read-write
Head
Read-write Head adalah pengambil data dari
cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram
magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga
mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan
cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama.
Read-write head terbuat bahan yang terus
mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF
(Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant
Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal
Magnetoresistive) Heads.
4)
Enclosure
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus
hard disk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk agar
tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan
data.
Dalam enclosure terdapat breath filter
yang membuat hard disk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang
panas yang ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan pembacaan
Read-write head.
5)
Interfacing
Module
Interfacing modul berupa seperangkat
rangkaian elektronik yang mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses
data dari head dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses selanjutnya.
Interfacing modul yang dahulu banyak dipakai adalah sistem IDE (Integrated
Drive Electronics) dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin.
Teknologi terbaru dari interfacing module adalah
teknologi Serial ATA (SATA). Dengan SATA maka satu hard disk ditangani oleh
satu bus tersendiri didalam chipset, sehingga penanganannya menjadi lebih cepat
dan efisien. hard disk SATA sekarang perlahan sudah menggantikan hard disk ATA
yang makin lama mulai hilang dari pasaran.
2.5 Prinsip Kerja Magnetik Disk
Disk Pack
adalah jenis alat penyimpanan pada magnetic disk, yang terdiri dari beberapa
tumpukan piringan aluminium. Dalam sebuah pack / tumpukan umumnya terdiri dari
11 piringan. Setiap piringan diameternya 14 inch (8 inch pada mini disk) dan
menyerupai piringan hitam. Permukaannya dilapisi dengan metal-oxide film yang
mengandung magnetisasi seperti pada magnetic tape.
Banyak track
pada piringan menunjukkan karakteristik penyimpanan pada lapisan permukaan,
kapasitas disk drive dan mekanisme akses. Disk mempunyai 200 – 800 track per-permukaan
(banyaknya track pada piringan adalah tetap). Pada disk pack yang terdiri dari
11 piringan mempunyai 20 permukaan untuk menyimpan data.
Kedua sisi
dari setiap piringan digunakan untuk menyimpan data, kecuali pada permukaan
yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk menyimpan data, karena
pada bagian tersebut lebih mudah terkena kotoran / debu dari pada permukaan
yang di dalam. Juga arm pada permukaan luar hanya dapat mengakses separuh data.
Untuk
mengakses, disk pack disusun pada disk drive yang didalamnya mempunyai sebuah
controller, access arm, read / write head dan mekanisme untuk rotasi pack. Ada
disk drive yang dibuat built-in dengan disk pack, sehingga disk pack ini tidak
dapat dipindahkan yang disebut non-removable. Sedangkan disk pack yang dapat
dipindahkan disebut removable.
Disk
controller menangani perubahan kode dari pengalamatan record, termasuk
pemilihan drive yang tepat dan perubahan kode dari posisi data yang dibutuhkan
disk pack pada drive. Controller juga mengatur buffer storage untuk menangani
masalah deteksi kesalahan, koreksi kesalahan dan mengontrol aktivitas read /
write head.
Susunan
piringan pada disk pack berputar terus-menerus dengan kecepatan perputarannya
3600 per-menit. Tidak seperti pada tape, perputaran disk tidak berhenti di
antara piringan-piringan pada device.
Kerugiannya
bila terjadi situasi dimana read / write head berbenturan dengan permukaan
penyimpanan record pada disk, hal ini disebut sebagai head crash.
2.6 Cara Kerja Mabgnetic Disk
Data pada disk juga di block seperti
data pada magnetic tape. Pemanggilan sebuah block adalah banyaknya data yang
diakses pada sebuah storage device. Data dari disk dipindahkan ke sebuah buffer
pada main storage computer untuk diakses oleh sebuah program. Kemampuan mengakses
secara direct pada disk menunjukkan bahwa record tidak selalu diakses secara
sequential. Ada 2 teknik dasar
untuk pengalamatan data yang disimpan pada disk, yaitu :
1. Representasi Data dan Pengalamatan
a. Metode Silinder
Pengalamatan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan nomor record. Semua track dari disk pack membentuk suatu silinder. jadi bila suatu disk pack dengan 200 track per-permukaan, maka mempunyai 200 silinder.
Bagian nomor permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan. Jika ada 11 piringan, maka nomor permukaannya dari 0 – 19 (1 – 20). Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan.
b. Metode Sektor
Setiap
track dari pack dibagi ke dalam sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage
area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya berdasarkan
nomor sektor, nomor track dan nomor permukaan. Nomor sektor yang diberikan oleh
disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan pengalamatan
record terletak pada track yang mana.
Setiap
track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama, meskipun
diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density
yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain
pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa
merubah lokasi nomor sektor (track atau cylinder) pada file.
2. Movable-Head Disk Access
Movable-head disk drive mempunyai sebuah read/write head untuk setiap permukaan penyimpanan recordnya. Sistem mekanik yang digunakan oleh kumpulan posisi dari access-arm sedemikian sehingga read / write head dari pengalamatan permukaan menunjuk ke track. Semua access-arm pada device dipindahkan secara serentak tetapi hanya head yang aktif yang akan menunjuk ke permukaan.
c. Cara Pengaksesan Record yang Disimpan pada Disk Pack
Disk controller merubah kode yang ditunjuk oleh pengalamatan record dan
menunjuk track yang mana pada device tempat record tersebut. Access arm
dipindahkan, sehingga posisi read / write head terletak pada silinder yang
tepat.
Read / write head ini menunjuk ke track yang aktif. Maka disk akan berputar
hingga menunjuk record pada lokasi read / write head. Kemudian data akan dibaca
dan ditransfer melalui channel yang diminta oleh program dalam komputer.
ACCESS TIME = SEEK TIME (pemindahan arm ke
cylinder)
+ HEAD ACTIVATION TIME (pemilihan track)
+ ROTATIONAL DELAY (pemilihan record)
+ TRANSFER TIME
·
Seek Time
Adalah waktu yang dibutuhkan untuk
menggerakkan read / write head pada disk ke posisi silinder yang tepat.
·
Head Activational Time
Adalah waktu yang dibutuhkan untuk
menggerakkan read / write head pada disk ke posisi track yang tepat.
·
Rotational Delay (Lateney)
Adalah waktu yang dibutuhkan untuk
perputaran piringan sampai posisi record yang tepat.
·
Transfer Time
Adalah waktu yang menunjukkan kecepatan
perputaran dan banyaknya data yang ditransfer.
d. Fixed – Head Disk Access
Disk yang mempunyai sebuah read / write head untuk setiap track pada setiap permukaan penyimpanan, yang mekanisme pengaksesannya tidak dapat dipindahkan dari cylinder ke cylinder.
ACCESS
TIME = HEAD-ACTIVATION TIME + ROTATIONAL DELAY +
TRANSFER TIME
Banyaknya read / write head menyebabkan harga dari
fixed-head disk drive lebih mahal dari movable-head disk drive. Disk yang
menggunakan fixed-head disk drive mempunyai kapasitas dansdensity yang lebih
kecil dibandingkan dengan disk yang menggunakan movable-head disk drive.
e. Organisasi Berkas dan Metode Akses pada Magnetic Disk
Untuk membentuk suatu berkas di dalam magnetic disk bisa dilakukan secara sequential, index-sequential ataupun direct. Sedangkan untuk mengambil suatu data dari berkas yang disimpan dalam disk, bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan direct access method atau dengan sequential access method (secara sequential).
3 Prinsip Kerja Hardisk
Spindle
memiliki sebuah penggerak yang disebut spindle motor, yang berfungsi untuk
memutar pelat harddisk dalam kecepatan tinggi. Perputaran ini diukur dalam
satuan rotation per minute (RPM). Makin cepat putaran tiap menitnya, makin
bagus kualitas harddisk tersebut. Ukuran yang lazim kita dengar adalah 5400,
7200, atau10.000RPM.
Sebuah
peranti baca-tulis elektromagnetik yang disebut dengan heads ditempatkan pada
kedua permukaan pelat. Heads berukuran kecil ini ditempatkan pada sebuah
slider, sehingga heads bisa membaca data/informasi yang tersimpan pada pelat
dan merekam informasi ke dalam pelat tersebut.
Slider ini
dihubungkan dengan sebuah lengan yang disebut actuator arms. Actuatorarms ini
sendiri dipasang mati pada poros actuator, di mana seluruh mekanisme gerakan
dari actuator ini dikendalikan oleh sebuah papan pengendali (logic board) yang
mengomunikasikan setiap pertukaran informasi dengan komponen komputer yang
lainnya. Antara actuator dengan karena keduanya dihubungkan dengan sebuah kabel
pita tipis. Kabel inilah yang menjadi jalan instruksi dari dan ke dalam pelat
harddisk.
Jumlah pelat
masing-masing harddisk berbeda-beda, tergantung dari ukuran/daya tampung
masing-masing pelat dan ukuran harddisk secara keseluruhan.
Sebuah pelat
harddisk pada umumnya memiliki daya tampung antara 10 atau 20gigabyte (GB).
Sebuah harddisk yang berkapasitas total 40GB berarti memiliki 2 pelat,sedangkan
bila berukuran 30GB, ia memiliki dua buah pelat berukuran 10 dan 20GBatau tiga
buah pelat berukuran 10GB. Masing-masing pelat harddisk mampu
menangani/menampung puluhan juta bit data. Data-data ini dikelompokkan ke dalam
kelompok-kelompok yang lebih besar, sehingga memungkinkan pengaksesan informasi
yang lebih cepat dan mudah.
Masing-masing
pelat memiliki dua buah head, satu berada di atas permukaan pelat,satunya lagi
ada di bawah head. Dari sini ketahuan bahwa harddisk yang memilikitiga buah
pelat misalnya (rata-rata sebuah harddisk memang terdiri atas tiga pelat)
memiliki total enam permukaan dan enam head.
Masing-masing
pelat memiliki kemampuan merekam dan menyimpan informasi dalam suatu lingkaran
konsentris yang disebut track (bayangkan track ini seperti lintasandalam suatu
arena perlombaan atletik).•Masing-masing track terbagi lagi dalam bagian-bagian
yang lebih kecil yang disebut sektor (sector). Nah, setiap sektor dalam
tracktrack harddisk ini mampu menampung informasi sebesar 512 bytes.
Sektor-sektor
dalam sebuah harddisk ini tidak dikelompokkan secara mandiri tetapi
dikelompokkan lagi dalam sebuah gugusan yang lebih besar yang disebut
cluster.Apa fungsi peng-cluster-an ini? Tak lain adalah untuk membuat mekanisme
penulisan dan penyimpanan data menjadi lebih sederhana, lebih efisien, tidak
berisiko salah, dan dengan demikian memperpanjang umur harddisk.
Sekarang
kita ambil contoh ketika kita tengah menjalankan sebuah program spreadsheet
pada komputer kita. Ketika kita memasukkan data ke dalam program spreadsheet,
di sana terjadi ribuan atau bahkan jutaan pengaksesan disk secara
individual.Dengan demikian, memasukkan data berukuran 20megabyte (MB) ke dalam
sektor-sektor berukuran 512 byte jelas akan memakan waktu dan menjadi tidak
efisien.•Untuk mengefisienkan pekerjaan, inilah yang dilakukan berbagai
komponen dalam PCsecara bahu-membahu.
4 Prinsip Kerja Disket (Floppy Disk Drive)
Kapankah anda mulai menggunakan komputer?
Jika anda sudah menggunakan komputer cukup lama, mungkin anda mengenal dengan
tempat peyimpanan bernama Diskette. Di negara lain, orang menyebutnya sebagai
Floppy disk drive (FDD) atau floppy disk saja. Disket dulu sangatlah populer
dan menjadi komponen utama selama lebih dari 20 tahun.
Pada dasarnya, disket akan membaca (reads) dan menulis (writes) data ke
sebuah plastik yang dilapisi bahan logam berbentuk lingkaran yang mirip dengan
kaset tape. Pada artikel ini, anda akan mempelajari apa saja yang ada di dalam
sebuah disket atau floppy disk dan bagaimana cara kerjanya.
Sejarah dari Floppy Disk Drive (Diskette)
FDD (Floppy Disk Drive) ditemukan oleh IBM dari Alan Shugart pada
tahun 1967. FDD yang pertama menggunakan piringan berdiameter 8-inch (beberapa
tahun kemudian, FDD juga bisa dipanggil "diskette" karena
semakin kecil). Komputer pertama IBM menggunakan disket berukuran 5,25 inch
pada tahun 1981. Disket dengan ukuran 5.25-inch mampu menyimpan data sebanyak
360 kilobytes (KB). Jika dibandingkan dengan disket yang paling baru saat ini,
yaitu disket berukuran 3,5-inch, disket ini mampu menyimpan data sebanyak 1,44
megabyte (MB).
Pada pertengahan tahun 1980, desain awal dari disket IBM telah
ditingkatkan, sejalan dengan peningkatan media perekaman datanya. Desain ini
lebih kecil, yang semula berukuran 5,25-inch yang menampung 360 KB, desain yang
baru berukuran 3,5-inch dengan kapasitas penyimpanan 1,44 MB. Beberapa tahun
kemudian, ada 2 jenis disket yang ada, yaitu yang berukuran 3,5-inch dan
5,25-inch. Pada pertengahan tahun 1990, disket ukuran 5,25-inch sudah
kehilangan popularitas, karena permukaan pada disket pada bagian media
perekaman dapat dengan mudah terkontaminasi oleh sidik jari (fingerprints).
Floppy Disk Drive
Ilustrasi dari piringan dalam Disket. Warna Coklat dinamakan tracks dan warna kuning dinamakan sectors.
o Disk
Bahan dari disk hampir mirip dengan kaset tape, yaitu memiliki:
§ Plastik tipis yang dilapisi dengan besi oksida. Oksida ini dinamakan material ferromagnetic, yang artinya jika bagian ini terkena dengan sumber magnetik, oksida ini akan termagnet juga.
§ Disk ini dapat menyimpan informasi secara instan.
§ Bisa dihapus dan digunakan berulang kali.
§ Harganya yang murah dan mudah digunakan.
Jika anda pernah menggunakan kaset tape, pasti anda
tahu kelemahan dari kaset tape. Kelemahannya adalah kaset tape memiliki bagian
awal dan akhir. Jika bagian awal terisi lagu nomor 1, maka bagian akhir terisi
lagu yang paling terakhir. Saya misalkan bagian akhir adalah lagu 10. Jika anda
telah selesai mendengarkan lagu ke 10 dan anda ingin mendenganrkan lagu 1, mau
tidak mau anda harus melakukan rewind atau melakukan pemutaran
kebelakang.
Hal itu dilakukan agar kita dapat mendengarkan lagu 1
kembali. Jika anda tidak melakukan itu, lagu 1 tidak akan bisa diputar. Itulah
cara kerja dari kaset tape, lalu apa hubungannya dengan floppy disk drive atau
disket?
Cara kerja disket sama dengan kaset tape. Dibuat dari
plastik tipis yang dilapisi material logam pada kedua sisinya. Namun, disket
itu berbentuk bundar atau linkarang. Semua data disimpan dalam sebuah blok
tertentu dalam lingkaran tersebut. Sehingga, software yang anda pakai dapat
melompat mengakes file 1 ke file 19 tanpa harus melakukan fast forward dari
file 2-18. Disket akan berputar dan heads dari disket akan mencari track
yang tepat. Cara ini dinamakan direct access storage.
o Drive
Bagian dari Drive pada disket yaitu sebagai berikut:
§ Read/Write Heads: Ditempatkan pada 2 tempat di disket. Mereka bergerak bersama pada saat disket mulai bekerja. Head pertama digunakan untuk membaca dan menulis data, sedangkan head kedua berfungsi untuk menghapus data pada track ketika track tersebut sudah ditulis.
§ Drive Motor: Sebuah mesin motor yang dapat memutarkan disk pada kecepatan 300 hingga 360 rotasi per menit (RPM).
§ Stepper Motor: Berfungsi untuk menempatkan heads ke track yang tepat, sesuai yang diinginkan oleh komputer. Head dari read/write akan dirapatkan agar menempati track yang sesuai.
§ Mechanical Frame: Sebuah tuas yang dapat membuka sedikit dari protective window pada disket. Agar heads dari read/write bisa menyentuh media disketnya. Tombol luar dari disket mengizinkan pengguna untuk melakukan pengeluaran disket.
§ Circuit Board: Mengandung semua perangkat untuk melakukan tugas membaca atau menulis pada disket. Circuit Board (Papan Sirkuit) ini juga mengatur bagaimana pergerakan heads pada media disket.
Contoh
Rumus Perhitungan
Tanpa
Blocking
n Panjang
pita:
S
record * ( panjang 1 record + IRG)
2000 * (100 byte / 2000 bpi + 0,5 inch)
2000 * (0,05 inchi+ 0,5 inchi)
1.100 inch
n Lama
akses:
panjang pita / laju pita
1100 inchi / 100 inchi / detik
11 detik
n Transfer
rate
S
byte / lama access
(2000 * 100 byte) / 11 detik
18.181,9 byte/detik
Blocking
n Panjang
pita:
S
block * panjang stp block
(S record / factor blocking) *
(panjang 1 block + IBG)
(2000 / 50) * ((50 * 100 byte / 2000 bpi) + 0,5 inch)
40 * (2,5 inchi+ 0,5)
120 inch
n Lama
akses:
panjang pita / laju pita
120 inchi / 100 inchi / detik
1,2 detik
n Transfer
rate:
S
byte / lama access
(2000 * 100 byte) / 1,2 detik
166.666,7
byte/detik.
BAB
III
3.1 Kesimpulan
1.
Magnetic Disk adalah piringan bundar
yang terbuat dari logam atau plastik dengan permukaan dilapisi bahan yang dapat
di magnetasi.
2.
Karakteristik dari Magnetic Disk adalah
gerakan head, portabilitas disk, sides,
platters, dan mekanisme.
3.
Komponen dari Magnetic Disk terdiri dari spindle, cakram magnetic, read-write head, enclosure, dan interfacing module.
4.
Cara kerja Magnetic Disk mepliputi
representasi data dan pengalamatan termasuk metode silinder dans sektor, movable-head disk access, cara
pengaksesan Record yang disimpan pada
disk, fixed-head disk access, serta organisasi berkas dan metode akses pada magnetic disk.
5.
Kelebihan dari Magnetic Disk adalah bersifat non-volatile, artinya data yang telah
disimpan bersifat permanen, dan data tidak hilang ketika komputer dimatikan.
6.
Kelemahan dari Magnetic Disk adalah perangkat ini
mudah berjamur dan berkarat.
3.2 Saran
Kajian dalam makalah ini
masih banyak kekurangan, untuk itu kajian lebih lanjut sangat diperlukan.
DAFTAR PUSTAKA
1.
http://mata-cyber.blogspot.co.id/2014/07/definisi-contoh-penjelasan-lengkap-tentang-magnetic-disk.html
diakses 16 April 2016
2.
http://rinatavibriyanti.blogspot.co.id/2013/10/prinsip-kerja-magnetik-disk-hardisk.html diakses
16 April 2016













Tidak ada komentar:
Posting Komentar